EKONOMI DAN BISNIS
PDAM Lotim Hentikan Sementara Operasional SPAM Pantai Selatan Akibat Kebocoran di 12 Titik
LOMBOK TIMUR – Pasca peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan yang berlokasi di IPA Kotaraja, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur (Lotim) terpaksa menghentikan sementara operasionalnya akibat ditemukannya kebocoran di 12 titik sepanjang jaringan distribusi air bersih. Kebocoran ini terjadi setelah PDAM melaksanakan distribusi air bersih ke pelanggan pasca diresmikan pada Kamis 17 Maret 2025.
Direktur Utama PDAM Lotim, Sopiyan Hakim, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan masalah ini kepada penyedia atau kontraktor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Diketahui proyek SPAM Pantai Selatan ini menelan anggaran sebesar Rp121 miliar yang bersumber dari Word Bank atau Bank Dunia.
"Kami dari PDAM selalu menerima laporan tanpa ada persoalan. Namun, mengingat adanya kebocoran, kami kembali menanyakan ke PU untuk memastikan langkah penanganan yang tepat," ujarnya.
Kebocoran tersebut terjadi di berbagai titik, termasuk di pipa, sambungan, dan kran, terutama di sepanjang jalur pipa PDAM di wilayah Kecamatan Keruak dan Sakra. "Kami telah membuka kran sesuai prosedur, namun ditemukan kebocoran yang bervariasi," tambah Sopiyan.
Akibat kebocoran ini, PDAM Lotim memutuskan untuk menghentikan sementara operasional SPAM Pantai Selatan sejak satu hari setelah peresmian. Langkah ini diambil untuk mencegah kebocoran lebih lanjut, terutama di jaringan distribusi utama (JDU).
"Kami berharap kebocoran dapat segera diatasi agar distribusi air bersih dapat kembali normal. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa distribusi air bersih dapat berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Sopiyan.
Dengan kapasitas produksi air bersih sebesar 50 liter per detik, PDAM Lotim optimis dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelanggannya, asalkan masalah kebocoran ini dapat segera diatasi. Masyarakat diharapkan bersabar sementara proses perbaikan sedang dilakukan.
Disebutkan, PDAM Lotim saat ini melayani sekitar 29 ribu pelanggan aktif. Dengan tambahan 8 ribu sambungan rumah (SR) yang direncanakan, jumlah pelanggan diperkirakan akan mencapai 37 ribu. Jika seluruh pelanggan ini dapat dilayani dengan baik, PDAM Lotim menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,5 miliar pada tahun 2025 ini.
"Jumlah tersebutbmeningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya meraup PAD sebesar Rp250-400 juta per tahun," benernya.
Sopiyan juga menjelaskan syarat dan ketentuan bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai pelanggan baru. Masyarakat dapat mendaftar di kantor cabang PDAM di masing-masing kecamatab dengan biaya sambungan rumah sebesar Rp1.485.000. (yon)
Post a Comment